Luar Biasa!!! Gaji Prabowo Saat Jadi Komandan Selalu Buat Beli Sembako Prajuritnya

Jakarta – Pada Kamis (31/01/19) Mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto mendapatkan kunjungan sebanyak 2.500 Purnawirawan TNI dan Polri dari berbagai kalangan serta 300 Purnawirawan Jenderal yang tergabung dalam Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR ) yang mana semua PPIR tersebut berkumpul di kediaman Prabowo di Hambalang, Snetul, Bogor, Jawa Barat.

Dalam kegiatan itu, salah satu diantara Purnawirawan TNI Peltu Supriatna, yang juga seorang mantan anak buah dari Prabowo Subianto pada saat dirinya menjabat sebagai Komandan Batalion 328 Kuyang II/ KOstrad, menceritakan Mantan Komandannya yang saat ini telah mencalonkan diri sebagai calon presiden itu, selalu memikirkan rakyat kecil den juga kesejahteraan semua anggota prajuritnya pada saat masih aktif di dinas Kemiliteran.

Oleh sebab itulah, Supriatna yang juga seorang anak petani, mengatakan bahwa dirinya sangat bangga mempunyai pemimpin layaknya Prabowo Subianto yang dari dahulu sampai saat ini selalu mengingat masyarakat kecil agar terus mendapatkan hak-haknya untuk hidup yang lebih sejahtera.

Luar Biasa!!! Gaji Prabowo Saat Jadi Komandan Selalu Buat Beli Sembako Prajuritnya
Luar Biasa!!! Gaji Prabowo Saat Jadi Komandan Selalu Buat Beli Sembako Prajuritnya

Dikutip dalam sebuah keterangan dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo – Sandi ” Komandan Prabowo selalu memikirkan rakyat kecil. Dulu kami prajuritnya, juga anak-anak petani seperti saya, cita-citanya tidak pernah berubah, yaitu ingin Indonesia yang adil dan makmur. Saya bangga punya komandan seperti beliau. ” jelas Supriatna.

Diketahui bahwa saat itu Supriatna sedang menjabat sebagai pelatih tembak di Batalion 328 Kujang II/ Kostrad, menyatakan bahwa bukti dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo sangat peduli serta mengingat selalu akan rakyat kecil, nampak pada saat masih aktif di dinas kemiliteran dulu.

Waktu itu, Prabowo selalu mengingat akan kesejahteraan para prajuritnya. Bahkan Supriatna sudah mengetahui bahwa waktu itu Prabowo tidak pernah menerima gajinya untuk dipakai membeli keperluannya sendiri, melainkan gajinya tersebut, Prabowo gunakan untuk membelikan sembako untuk kemudian dibagikan kepada prajuritnya. “Kesejahteraan kami sangat diperhatikan. Menu makan kami dipantau langsung Komandan dan Komandan nggak pernah ambil gaji. Gajinya untuk sembako prajurit,”  Pungkas Supriatna yang telah pensiun sejak 2014 lalu.

via Luar Biasa!!! Gaji Prabowo Saat Jadi Komandan Selalu Buat Beli Sembako Prajuritnya

credit by #913

Kampanyekan Prabowo-Sandi Ke Para Pedagang Di Pasar Mede Fatmawati Oleh Gerakan Rabu Biru

Jakarta –  Dikutip pada Rabu ( 30/01/19 ) Gerakan Rabu Biru Prabowo – Sandi menyapa para pedagang yang ada di Pasar Mede, Fatmawati, Jakarta Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo – Sandi. Selain itu juga untuk menyosialisasikan program Prabowo – Sandi.

Gerakan Rabu Biru juga merupakan  keleluasan pemasyarakatan Calon Legislatif Partai Gerindra Dapil Jakarta Pusat, Jakarta Selatan serta Luar Negeri yakni salah satunya ialah Haposan P Batubara. Anggota Rabu Biru tersebut memakai pakaian kemeja biru dengan bawahan menggunakan celana berwarna krem. Saat itu Haposan bersama dengan anggota lainnya yakni Pegurus Melati Putih Indonesia (MPI) yang mengunjungi para pedagang Pasar Mede Fatmawati dengan menyalami satu per satu para pedagang seraya mendengarkan keluhan yang mereka loontarkan.

“Ada banyak sekali yang terungkap dari para pedagang, mulai dari keluhan soal ekonomi yang cenderung lambat karena mereka melihat ada penurunan omset yang disebabkan pendapatan masyarakat yang juga turun. Ini situasi yang juga menurut saya dialami oleh masyarakat kita,” ujar Haposan.

Kampanyekan Prabowo-Sandi Ke Para Pedagang Di Pasar Mede Fatmawati Oleh Gerakan Rabu Biru
Kampanyekan Prabowo-Sandi Ke Para Pedagang Di Pasar Mede Fatmawati Oleh Gerakan Rabu Biru

Sebagai salah satu Calon Legislatif Partai Gerindra, Haposa n meyakinkan bahwa jadwal pemerataan sserta penguatan ekonomi masyarakat akan menjadi pengutamaan sebagai halnya yang menjadi perjuangan dari Prabowo – Sandi untuk mencitakan Bangsa Indonesia yang Adil serta Makmur untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Janji Prabowo – Sandi adalah akses ekonomi yang merata, kesempatan kerja yang terbuka lebar yang semuanya berujung pada makin meningkatnya kesejahteraaan rakyat,” kata Haposan yang  juga merupakan pengurus Melati Putih Indonesia.

Dalam waktu yang sama, Vivi Susanti selaku Ketua Melati Putih Indonesia (MPI) mengimbau masyarakat para pedagang untuk dapat memenangkan Prabowo – Sandi oada Pemilihan POOresiden 2019 mendatang.

“Kepada rekan-rekan pedagang tentu saja kami titipkan pesan agar sama-sama bergerak memenangkan Prabowo-Sandi,” katanya. “Negara ini membutuhkan kepemimpinan yang kuat seperti Pak Prabowo dan tentu saja dengan rekam jejak yang ada seperti Pak Sandi mampu memberi kontribusi positif bagi kemajuan Negara kita. Soal-soal ekonomi saat ini yang dialami masyarakat akan bisa diatasi oleh kepemimpinan hebat Prabowo-Sandi,” pungkas  Vivi lagi.

via Kampanyekan Prabowo-Sandi Ke Para Pedagang Di Pasar Mede Fatmawati Oleh Gerakan Rabu Biru

credit by #913

Prabowo Siap ” Tembak Kaki Sendiri” Jika Dirinya Berani Ambil Duit Dari Kartel Pangan

Jakarta – Kedatangan kelompok pangan selalu menghabiskan nperekonomian bangsa Indonesia. Karena mereka selalu diduga-duga menggunakan praktik suap untuk memiliki kuota impor pangan yang kebih dari pemerintah. Bahkan golongan ini tidak sama sekali perduli dengan keadaa oara petani, karena mereka hanya berfikir untuk kekayaan diri mereka sendiri dari siapapun. Kelompok pangan atau kartel pangan selalu menjadi pusat perhatian  yang amat serius bagi calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Karena Mantan Danjen Kopassus tersebjut sangat menginginkan untuk mengbahiskan para kelompok pangan tersebut.

Keinginan yang kuat dari Prabowo untuk menyelesaikan masalah kelompk pangan ini disampaikan oleh ekonom senior yakni Dr Rizal Ramli, saat dirinya dijumpai di Sekretariat Nasional Prabowo – Sandi, Menteng, Jakarta, pada Selasa (29/01/19).

Pria yang sering dipanggil RR ini, mengatakan bahwa berjumoa dengan Prabowo, hanya membahas mengenai masalah impor pangan. Dan dalam acara tersebut, Eks Menteri Ekonomi Perekonomian ini menanyakan mengenai tekad Prabowo dalam menanggapi masalah tersebut.

“Nah kebetulan Pak Prabowo saya pernah tanya pribadi. Saya tanya, ‘Mas Bowo! Kalau Mas Bowo terpilih nanti, itu taipan-taipan, kartel-kartel ini pasti datang sama Mas Bowo sama timnya Mas Bowo, nyebarin duit triliunan rupiah. Mas Bowo mau terima nggak? Saya perlu tahu nih!” kata RR.

Prabowo Siap " Tembak Kaki Sendiri" Jika Dirinya Berani Ambil Duit Dari Kartel Pangan
Prabowo Siap ” Tembak Kaki Sendiri” Jika Dirinya Berani Ambil Duit Dari Kartel Pangan

RR menilai bahwa apa yang disampaikan oleh Prabowo ialah jawaban yang sangat tegas dan meyakinkan. Tak hanya itu RR menilai bahwa Prabowo memiliki kemauan yang kuat untuk merealisasikan kebijakan pangan di Indonesia ini.

“Mas Bowo bilang, ‘Mas Rizal saya setelah nggak jadi tentara kan saya ketua ikatan kerukunan tani. Saya betul-betul ingin ada kedaulatan pangan. Kalau sampai saya terima uang itu sama aja saya nembak kaki saya sendiri’. Nah ini jawaban yang bagus,” jelas Rizal.

Hal yang sama dikatakan oleh RR juga pernah dia tanyakan kepada pemerintahan saat ini. Akan tetapi sampai detik ini, pemerintahan belum memberikan jawaban apapun.

“Dari Pak Jokowi saya udah tanya apa policy-nya soal kedaulatan pangan, seandainya terpilih, belum ada jawaban. Tentu saya tanyanya lewat media. Jawab dong apa policy-nya? Apa mau sama juga? Kalau sama juga ya entar dulu deh, nggak usah jadi presiden lagi,” tutupnya.

via Prabowo Siap ” Tembak Kaki Sendiri” Jika Dirinya Berani Ambil Duit Dari Kartel Pangan

credit by #913

“Bidadari Indonesia” Kampanyekan Prabowo-Sandi Ke Masyarakat Jawa Tengah

Jakarta – Ada yang menarik mengenai salah satu relawan dari calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo – Sandi. Yakni dalam seminggu kedepannya, para Relawan Bidadari Indonesia akan melakukan sebuah kunjungan ke Provinsi Jawa Tengah, untuk bersapa serambi mengambi, aspirasi para warga yang berada di wilpayah, khususnya di Wonogiri, Sragen, Karanganyar dan juga Solo.

Dan Ketua Umum Bidadari yang bernama Monica Armi Soraya, mengatakan bahwa dalam waktu seminggu kedepan nanti, pihaknya akan melakukan kunjungan kampanye di Jawa Tengah serta mengunjungi daerah Wonogiri, Sragen, Karanganyar dan Solo. Dan kegiatan blusukan menyapa warga yang nantinya akan dilakukan oleh pihak kami diberi tema “Menjemput Kemenangan”.

Dikutip pada Senin (28/01/19) melalui siaran persnya Relawan Bidadari Indonesia menyatakan “ Dengan agenda politik menjemput kemenangan ini, kami menyapa warga dan berinteraksi dengan warga. Mendengar keluh kesah warga dan mendengar harapan mereka akan hadirnya presiden yang baru untuk memimpin negeri ini. Mereka menginginkan presiden yang mengayomi rakyatnya bukan hanya pembangunan fisik saja, tapi mereka menginginkan perbaikan struktur, terlebih mata pencaharian mereka semua yang rata-rata bercocok tanam ” ujarnya.

"Bidadari Indonesia" Kampanyekan Prabowo-Sandi Ke Masyarakat Jawa Tengah
“Bidadari Indonesia” Kampanyekan Prabowo-Sandi Ke Masyarakat Jawa Tengah

Pihak dari Bidadari Indonesia ini memberikan sebuah contoh seperti di daerah Tawanangu, Karanganyar, masih tersapat beberapa masyarakat yang masih belum diketahui akan calon presiden dan wakil presiden yang akan mencalonkan dirinya pada Pemilihan Presiden saat ini.

“Maka safari politik kami dengan misi ingin memenangkan Prabowo-Sandi. Untuk itu, kami terus memperkenalkan Prabowo-Sandi ke masyarakat, agar masyarakat tahu bahwa peserta pilpres itu bukan hanya 1 tapi ada 2,” tutur Ketua  Umum Bidadari sekaligus calon legislatif  DPR tersebut.

Dan nantinya pihak dari Bidadari Indonesia akan blusukan ke tiap rumah – rumah warga yang akan dikunjungi pada setiap wilayah yang sudah ditentukan. Dan diharapkan nanti agar masyarakat terpencil yang masih belum mengetahui mengenai calon presiden serta wakil presidennya dapat menentukan pilihannya kepada Prabowo -Sandi, seperti apa yang sudah dilakukan oleh Bidadari Indonesia yang juga mengkampanyekan Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo – Sandi, agar menangi Pilpres 2019 dan menjadi kepala pemerintanan Indonesia tahun 2019 – 2024 mendatang.

via “Bidadari Indonesia” Kampanyekan Prabowo-Sandi Ke Masyarakat Jawa Tengah

credit by #913

Prabowo Buat Suasana Debat Pilpres Semula Tegang Kaku Dibuat Rileks

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menunjukan ekspresi diluar dugaan, dimana ia melakukan gerakan tubuh seperti berjoget dengan senang dan tenang, dalam gelar Pilpres 2019 pada 17 Januari 2019.

Hal itu lantas ditanggapi oleh Direktur Materi dan Debat Pasangan Prabowo-Sandi, Sudirman Said yang mengatakan sikap joget calon presiden nomor urut 02, Prabowo seakan membuat suasana ruang forum debat pilpres yang semula tegang dan kaku berubah menjadi santai dan tenang.

Ditambahkan Sudirman, bahwa reaksi joget Prabowo menunjukkan sisi humanis yang sangat merakyat yang dimilikinya.

Pak Prabowo inilah berkat dari Tuhan, bahwa Prabowo distigmakan sebagai orang otoriter yang keras ternyata sangat humanis, begitu ada tekanan direspon dengan joget-joget,” ujar Sudirman, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1/19).

Ditegaskannya aksi joget tersebut mengalir begitu saja tanpa ada rekayasa, seakan gerakan tersebut berasal dari hati.

Dalam debat nampak keakraban pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandi sangat harmonis, saling melengkapi, melihat hal itu, Sudirman pun mengatakan kekompakan antara Prabowo dan Sandiaga merupakan bekal yang baik dalam memimpin bangsa bila diberikan amanah oleh rakyat.

“Kekompakan dua pasang calon kami itu sinyal baik. Bukan hanya saat debat tapi saat running di government,” papar Sudirman.

Untuk diketahui aksi gerakan joget Prabowo terjadi sesaat setelah capres nomor urut 01, Joko Widodo yang membahas penunjukan caleg Gerindra yang salah satunya berasal dari bekas narapidana kasus korupsi. Prabowo sempat meminta waktu untuk menanggapi, namun tidak dijinkan oleh moderator Ira Koesno karena masih waktunya Jokowi untuk berbicara.

Disaat itulah Prabowo lantas berjoget lalu wakilnya Sandiaga Uno mengelus-elus punggung Prabowo. Disambung dengan memijit-mijit bahu Prabowo.

via Prabowo Buat Suasana Debat Pilpres Semula Tegang Kaku Dibuat Rileks

credit by #913

Perjuangan Seorang Ibu Hamil Besar Keluhkan Harga Yang Terus Melambung Kepada Sandi

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno dengan penuh suka cita menyapa kalangan ibu-ibu alias emak-emak yang sudah sekian lama menunggunya di lokasi kampanye di Desa Mlowokarangtalun, Grobogan, Jawa Tengah, sabtu (12/1/19).

Ditengah dialog seru Sandi nampak kaget dengan adanya seorang ibu yang sedang hamil besar yang diprediksi akan melahirkan seorang bayi.

Diketahui Ibu tersebut bernama Elly Rohyana. Ketika sedang dialog dengan Sandi, Elly tampak memegang perutnya dan mengerutkan wajahnya sambil memegang perutnya yang tengah hamil besar karena sudah hampir 9 bulan jalan.

Dengan mengenakan kaos biru tua dan celana panjang cokelat, Sandi melihat kearah wajah Elly menahan nyeri, spontan Sandi  langsung bersimpati.

“Kenapa bu?”, tanya Sandi.

“Ini pak kontraksi,” jawab Elly.

Terlontar sebuah doa yang dipanjatkan Sandi yang mendoakan agar proses persalinan Elly berjalan dengan lancar dan bayi yang dilahirkan selamat. Dari situ pula Elly langsung meminta Sandi untuk memberikan sebuah nama untuk  anak ketiganya.

Permintaan Elly tersebut Sandi pun bersedia untuk memberikan nama tengah buat anak perempuan yang masih dalam kandungan itu.

Dimana sebelumnya Elly juga curhat kepada Sandi soal harga-harga yang melambung tinggi dan listrik yang terus naik tarifnya.

“Saya ini pengusaha salon pak, pelanggan saya bilang jangan ngeluh kalau listrik naik. Saya kan pakai alat creambath dan hair dry, karena listrik naik terus, ya saya naikin harga, eh malah marah-marah,” ujar Elly.

Dari dialog itu nampak perjuangan seorang ibu yang tengah hamil  besar mengeluhkan seperti mengadu tentang kebutuhan yang semuanya serba naik.

via Perjuangan Seorang Ibu Hamil Besar Keluhkan Harga Yang Terus Melambung Kepada Sandi

credit by #913

Selain Dukungan, Kerabat 85 Alumni Lintas SMA Berikan Sumbangan Untuk Perjuangan Prabowo

Pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menerima dukungan dari Kerabat 85 Alumni Lintas SMA. Keputusan pemberian dukungan itu disampaikan di Seknas Prabowo-Sandi di Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 93, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/19).

Kedatangan perwakilan dari Kerabat 85 Alumni Lintas SMA diterima dengan tangan terbuka oleh Koordinator Relawan Seknas Prabowo-Sandi, Rahmi.

“Kerabat 85, awalnya (lulusan) SMA Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Ada juga mantan pendukung Jokowi dulu, bergabung di Kerabat 85,” ujar Armandysah,  Ketua Kerabat 85 Alumni Lintas SMA, di Seknas Prabowo-Sandi, Minggu (13/1/19).

Arman memaparkan gerakan tersebut berasal dari diskusi di media sosial. Diskusi tersebut membahas mengenai keinginan untuk melihat Indonesia maju ke arah lebih baik. Sampai pada akhirnya mereka membentuk gerakan untuk mendukung pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi.

Lanjutnya, di antara anggota Kerabat 85 Alumni Lintas SMA terdapat mantan pendukung dari presiden petahana Joko Widodo (Jokowi). Yang sebelumnya, dia mengungkapkan kecemasannya mendukung di luar pasangan petahana.

Akhirnya setelah mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan, dia merasa optimis dan membuat gerakan Kerabat 85 Alumni Lintas SMA.

“Kami melihat takut juga, karena di mana-mana dipersulit. Kami aktif di media sosial,” ujarnya.

Selepas deklarasi dukungan ke Prabowo-Sandi, pihaknya akan mulai bergerak menyentuh semua kalangan. Tidak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan upaya penggalangan dukungan di wilayah-wilayah yang menjadi basis massa, seperti di Jawa Barat.

“Medsos tetap kami optimalkan, karena memang sudah fokus medsos sejak awal. Tapi aksi nyata juga. Semua daerah termasuk kami lakukan penetrasi di Jabar yang notabene basis petahana,” imnihnya.

Perwakilan Kerabat 85 Alumni Lintas SMA, Armandysah, lanjut memberikan beberapa bentuk sumbangan kepada Relawan Seknas Prabowo-Sandi.

Maksud dan tujuan pemberian sumbangan ini adalah untuk membantu  kegiatan pemenangan dan perjuangan Prabowo-Sandi.

 

via Selain Dukungan, Kerabat 85 Alumni Lintas SMA Berikan Sumbangan Untuk Perjuangan Prabowo

credit by #913

Prabowo : DigdayaTV Lahir Karena Tidak Ada Televisi Lain Yang Dukung Kita

Disetiap peluang pertemuan Prabowo menyebutkan keinginannya untuk mempunyai Televisi sendiri. Prabowo merasa seluruh channel televisi sekarang ini tidak netral dalam penyiaran. Termasuk juga media sangat sering tidak melaksanakan sesuai dengan fungsinya sebagai pihak pengabar kebenaran. sebab itu, Prabowo berencana untuk mendirikan saluran televisi khusus untuk semua para pendukungnya.

“Rakyat sekarang mengerti walaupun tim Prabowo-Sandi kalah di bidang materi sama pihak yang lain, seperti tidak ada saluran televisi yang mendukung kita,” ujar Prabowo yang tengah berpidato dihadapan para pendukungnya di Sasana Hinggil, Keraton, Kota Yogyakarta, Rabu (28/11/2018).

Atas hal tersebutlah, Prabowo berencana dapat membuat saluran Televisi sendiri yang dapat disaksikan dan dinikmati oleh pendukungnya. “Belum, tapi sebentar lagi kita punya televisi sendiri. Saluran 8, tapi satelit,” paparnya.

Mendengar pidato itu, semua pendukung Prabowo membalas dengan tepukan tangan dan gelak tawa. Kondisi itu pun langsung dibalas Prabowo dengan tertawa.

“Jangan ketawa, ini baru memperjuangkan walau kalian harus punya itu (parabola), tapi itu saluran kita sendiri. Jadi kalian bisa mendapat berita yang benar. Kalau TV-TV lain, kalian sudah mengertilah,” ujarnya.

kata kata Prabowo dalam pidato itu didengar baik para pendukungnya, terlebih ada salah satu dari peserta melontarkan beberapa nama saluran televisi nasional. Mendengar hal itu, Prabowo langsung  membalas.

“TV-TV itu kan kalian tahu punya siapa. Tapi jangan sebut orang, nanti dilaporkan lho. Nanti dipanggil lho,” papar Prabowo sambil guyon.

Untuk sekarang ini, sudah hadir Televisi digital bernama DigdayaTV. Televisi ini digawangi oleh Hazmi Srondol atau Hazmi Fitriyasa Padmosedono, yang juga sebagai Kepala Departemen Jurnalisme Publik DPP Partai Gerindra.

DigdayaTV saat ini resmi mengudara selama 24 jam sehari. DigdayaTV mampu di akses via satelit D | Frekuensi 4080 Mhz Symbol Rate 28.125 Msps. Polarisasi Horizontal atau lewat aplikasi DigdayaTV yg bisa di unduh via googleplay.

Terhadap aktivitas-aktivitas tertentu, DigdayaTV mensajikan liputannya lewat fanpage, kanal youtube dan twitter @digdayatv.

 

 

via Prabowo : DigdayaTV Lahir Karena Tidak Ada Televisi Lain Yang Dukung Kita

credit by #913

Sumbangan Dana Kampanye Prabowo-Sandi Ungguli Kubu Petahana

Jelang pilpers 2019 merupakan ajang pesta demokrasi besar sejarah bangsa Indonesia, dimana tepatnya hari ini tanggal 3 Januari 2019 adalah batas pelaporan bagi tim kemenangan kedua pasangan capres dan cawapres para peserta partai pemilu 2019 untuk menyampaikan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) saat kampanye nanti.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang diwakili Direktur Materi dan Debat Sudirman Said didampingi Bendahara Thomas Djiwandono menyampaikan LPSDK di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat sekitar jam 11.00 wib.

Disebutkan LPSDK yang sudah terkumpul di BPN berjumlah Rp 54 miliar, hasil tersebut didapat dari Prabowo Subianto sebesar Rp 13.054.967.835 atau sekitar 24,2 %, dan sisanya dengan jumlah terbesar dari  Sandiaga Uno sebesar Rp 39,5 miliar atau sekitar 73,1%.

“Sementara sisanya disumbangkan Partai Gerindra Rp 1.389.942.500 atau 2,6 persen; sumbangan pihak lain perorangan Rp 76.197.500 atau 0,1 persen; sumbangan pihak lain kelompok Rp 28.865.500 atau 0,1 persen; dan pendapatan bunga bank Rp 938.227,” papar Thomas Djiwandono kepada awak media.

Disisi lain dari Tim Kampanye Nasional (TKN) dari kubu Petahana yang diwakili bendahara, Sakti Wahyu Trenggono dan Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding. Sekitar pukul 15.00 wib menyampaikan LPSDK berdasarkan penerimaan sampai dengan 1 Januari 2019 total berjumlah  Rp 44.086.176.801.

Dikatakan oleh Trenggono sumbangan dana kampanye dari paslonnya terkumpul paling sedikit.

“Dari kedua paslon sebesar Rp 32.049.420; perorangan sebesar Rp 121.213.260; partai politik Rp 2.011.054.983; dan yang paling besar dari sumbangan kelompok yakni Rp 37.921.904.138 serta dari badan usaha non pemerintah Rp 3.999.975.000,” ujar Trenggono.

Trenggono menambahkan sumbangannya berasal dari kelompok berbagai organisasi yang berada di masyarakat.

“Seperti salah satunya dari kelompok masyarakat yang bergerak di bidang olahraga,” ujar Trenggono.

Untuk diketahui penyerahan LPSDK itu bersifat wajib untuk disampaikan kepada pihak KPU RI sesuai tertuang di aturan Pasal 327 ayat (1) dan (2) UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Pernyataan KPU RI bahwa sumbangan dari badan hukum usaha atau perusahaan itu terdapat batasan maksimal Rp 25 miliar dan untuk perorangan maksimal Rp 2,5 miliar termasuk sumbangan dari paslon.

via Sumbangan Dana Kampanye Prabowo-Sandi Ungguli Kubu Petahana

credit by #913

Akibat Dengar Sepotong Sekjen PPP Gagal Paham Makna Pidato Prabowo

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade menanggapi ejekan dari Sekjen PPP, Arsul Sani dari pidato Prabowo Subianto yang menyampaikan bahwa Haiti merupakan salah satu negara miskin di benua Afrika. Andre menganggap Arsul kurang cerdas untuk memahami arti dan makna yang maksud terkandung pada pidato Prabowo tersebut.

“Pak Arsul nggak paham pidato Pak Prabowo, hanya dengar sepotong lalu berkomentar,” kata Andre Rosiade dihadapan para awak media, Rabu (26/12/18).

Arsul diminta oleh Andre untuk dapat menyimak maksud dari pidato Prabowo dari awal hingga akhir. Dan tidak juga mengurangi makna dari perkataan Prabowo di Pidato tersebut.

“Padahal pidato Pak Prabowo itu menjelaskan pendapatan perkapita kita yang USD 3.800 per tahun. Tapi 49 persennya dihasilkan dari 1% rakyat Indonesia. Berarti kalau yang 1 persen kita keluarkan, rata-rata pendapatan perkapita kita hanya USD 1.900. Ini sama dengan Afganistan, Rwanda, Haiti dan lain-lain. Ini maksud pidato Pak Prabowo yang disampaikan di Konfrensi Nasional Partai Gerindra 17 Desember 2018 yang lalu,” tambah Andre.

Dikatakan sebelumnya oleh Arsul, kalau Prabowo tidak ingat dengan ilmu geografi karena dikatakan  dalam pidato tersebut bahwa Haiti merupakan salah satu negara miskin di Afrika. Andre menjelaskan  isi pidato Prabowo tidak bermaksud seperti yang dipikirkan oleh Arsul. Dan meminta mengalihkan perdebatan ke hal-hal yang lebih substansial.

“Pak Prabowo bilang sama dengan banyak negara Afrika seperti Rwanda, Chad, Afganistan kan di Asia, lalu baru masuk Haiti. Mari berdebat substansi,” pungkasnya.

via Akibat Dengar Sepotong Sekjen PPP Gagal Paham Makna Pidato Prabowo

credit by #913