Pernyataan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto bicara tentang kebocoran anggaran yang ditaksirnya mencapai 25 persen mendapat kritik keras dari kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman menyindir pihak-pihak yang mengkritik Prabowo, dengan mengutip salah satu lirik lagu reggae oleh Bob Marley yang berjudul get up stand up.
“Mereka yang saat ini merasa kebal hukum dan memfitnah Pak Prabowo berbohong soal kebocoran anggaran mesti hati-hati. Tidak mungkin seluruh rakyat bisa dibodohi selamanya, kalau kata Bob Marley ‘You can fool some people sometimes but you can’t fool all the people all the time’,” ungkap Habiburokhman Minggu (10/2/19).
Dikatakan Habiburokhman yang paling paham mengenai situasi bangsa ini ialah rakyat sendiri. Dia menyinggung soal kader-kader partai politik yang terlibat korupsi.
“Yang paling tahu situasi negeri ini adalah rakyat. Mereka tahu kelompok politik mana yang kadernya paling banyak melakukan korupsi dan kelompok politik mana yang gigih berjuang melawan korupsi,” ungkapnya.
Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno itu merasa bingung terhadap lawan politiknya yang menurutnya selalu bereaksi keras soal dugaan kebocoran kekayaan negara yang dijelaskan Prabowo. Dia menduga ada yang ‘kebakaran jenggot’ ketika isu korupsi dibahas.
“Saya sangat khawatir mereka bisa dipersepsikan tidak pro-pemberantasan korupsi. Mereka seolah-olah mengabaikan fakta-fakta hukum yang selama ini terungkap, seperti banyaknya OTT yang dilakukan terhadap kepala daerah dan terakhir pejabat tinggi di dua kementerian kabinet Jokowi, itu kan bukti nyata adanya kebocoran,” ungkapnya.
Tidak hanya itu Habiburokhman mengaku heran dengan pihak-pihak yang menilai Prabowo berbohong soal kebocoran anggaran negara. Dia menyayangkan hal tersebut karena, menurutnya, kritik Prabowo bisa dijadikan bahan evaluasi.
“Yang sangat memalukan, bukannya mendorong evaluasi program pencegahan korupsi yang terbukti tidak efektif, justru ada yang memfitnah Pak Prabowo melakukan kebohongan. Kelakuan mengabaikan fakta hukum mengingatkan saya ke masa prareformasi, di mana fakta kebocoran anggaran 30 persen yang disampaikan oleh ayahnya Pak Prabowo, yaitu Pak Sumitro, dianggap sebuah kebohongan. Waktu berlalu dan apa yang disampaikan Pak Sumitro ternyata terbukti sangat benar,” tambahnya.
Seharusnya hasil pernyataan tersebut dikoreksi dengan mengevaluasi bukan malah melakukan perlawanan argumentasi.
via Kutip Lagu Reggae Habiburokhman Sindir Pengkritik Pernyataan Prabowo
credit by #913





